Alami Nyeri Akibat Maag? Atasi dengan Plantacid Forte

Maag adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada siapa saja. Ketika gejala maag menyerang, Anda mungkin bisa merasakan nyeri di lambung. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah menggunakan obat Plantacid Forte.

Obat ini adalah obat yang secara khusus dirancang untuk mengobati nyeri lambung yang disebabkan oleh maag. Bukan hanya itu, obat ini pun juga bisa bekerja untuk meringankan gejala dari kondisi tukak lambung, asam lambung, tukak usus dua belas jari, mual, serta kembung.

Mengenal lebih jauh obat Plantacid Forte

Ketika gejala dari maag menyerang, Anda bisa mengandalkan obat ini untuk mengatasi gejala tersebut. Kemampuan obat Plantacid untuk meredakan gejala itu berasal dari kandungan obat di dalamnya.

Ada tiga komposisi utama pada obat Plantacid yang bekerja efektif mengobati gejala maag. Ketiganya berkombinasi untuk mengatasi rasa nyeri di lambung Anda.

Komposisi yang pertama adalah aluminium hidroksida. Terdapat sebanyak 300 mg kandungan aluminium hidroksida dalam obat ini. Kandungan tersebut dipercaya sanggup menurunkan asam lambung berlebih.

Kemudian, ada juga komposisi berupa magnesium hidroksida sebanyak 300 mg. Kandungan ini dipakai pada obat-obatan untuk mengatasi gejala sembelit. Selain itu, sakit perut yang disebabkan oleh kenaikan asam lambung juga bisa diobati dengan kandungan ini.

Kandungan yang terakhir adalah simetikon. Dalam obat Plantacid Forte, kandungan simetikonnya sebanyak 30 mg. Simetikon ini dipakai untuk mengatasi rasa kembung. 

Dari komposisi-komposisi tersebut, datang kemampuan obat Plantacid untuk mengatasi gejala maag dan nyeri lambung pada anak-anak serta orang dewasa. 

Tanda-tanda gejala maag

Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala dari penyakit maag. Karena, begitu mengalami gejala ini, artinya Anda sudah perlu mengonsumsi obat guna mencegah gejala berkembang semakin parah.

Gejala yang paling umum dari kondisi maag adalah rasa nyeri di perut. Rasa nyeri ini berbeda dengan nyeri biasa, karena juga disertai dengan sensasi terbakar.

Akan tetapi, bagi sebagian orang, maag bisa saja tidak menimbulkan rasa nyeri. Justru, kebanyakan orang merasakan gejala lain berupa gangguan pencernaan, lemah, dan merasa sakit. 

Meskipun gejala maag bisa diatasi dengan obat Plantacid Forte, tapi Anda juga harus mewaspadai apabila gejala yang dialami sudah sangat parah. Gejala yang terlalu parah mungkin tidak bisa diatasi sekedar dengan konsumsi obat.

Perhatikan gejala-gejala parah dari penyakit maag berikut ini:

  • Muntah darah, dengan darah yang berwarna merah cerah atau merah gelap dan cokelat
  • Tinja bertekstur lengket dan berwarna gelap ketika buang air besar
  • Rasa nyeri di perut yang tiba-tiba dan semakin lama semakin parah

Gejala-gejala di atas bisa menjadi tanda dari komplikasi maag yang serius. Apabila gejala di atas terjadi, maka Anda tidak bisa sekedar mengandalkan obat minum. Anda perlu segera mendapatkan pertolongan darurat dari dokter.

Apakah ada efek samping?

Setiap obat pasti bisa memicu efek samping. Hal ini juga berlaku bagi plantacid forte. Biasanya, pengguna mungkin saja bisa mengalami efek samping berupa:

  • Otot terasa lemah
  • Pusing dan sesak napas
  • Susah buang air besar
  • Jantung berdetak cepat
  • Pusing dan mual

Anda tidak perlu khawatir, karena efek samping di atas merupakan efek samping yang ringan. Biasanya, efek samping ini bisa membaik dengan sendirinya.

Tapi, apabila efek samping dari penggunaan Plantacid Forte tak kunjung membaik, maka segera periksakan diri Anda ke dokter.

Mengenali Tanda-tanda Asam Lambung Sebelum Konsumsi Polysilane Sirup

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami masalah dengan pencernaannya. Biasanyanya ini terjadi karena adanya gangguan pada asam lambung. Ketika Anda merasakan adanya gejala dari kondisi sejenis ini, maka cobalah langsung mengatasinya dengan obat polysilane sirup.

Obat ini dilengkapi dengan sejumlah kandungan yang sudah terbukti ampuh mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, gastritis, dan lain sebagainya. Kandungan-kandungan tersebut meliputi simetikon, aluminum hidroksida, serta magnesium hidroksida.

Kapan perlu mengonsumsi obat polysilane sirup?

Anda mungkin perlu mengenai beberapa tanda dari gejala kondisi gangguan pencernaan serta kenaikan asam lambung. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui kapan waktu yang paling tepat untuk menggunakan obat polysilane. 

Karena itu, kenalilah ciri-ciri dan gejala dari penyakit yang bisa diobati dengan obat polysilane, seperti:

  • Gastritis

Anda mungkin sudah cukup familiar dengan penyakit gastritis. Penyakit yang satu ini terjadi akibat peradangan pada lapisan lambung yang mengalami kerusakan. Rusaknya lapisan lambung ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, gaya hidup buruk, serta cedera.

Gastritis paling mudah dikenali dengan tanda terjadinya gangguan pencernaan, sakit perut yang terasa membakar, merasa sakit, dan merasa sangat kenyang atau kembung setelah makan. 

Biasanya, kondisi ini paling mudah diredakan dengan mengonsumsi obat sejenis antasida. Kebetulan, kandungan-kandungan dalam obat polysilane sirup termasuk sebagai jenis obat antasida.

  • Tukak lambung

Dalam istilah medis, tukak lambung dikenal juga dengan sebutan ulkus lambung. Ini adalah kondisi saat terdapat luka terbuka pada lapisan lambung Anda. 

Tukak lambung memiliki gejala berupa rasa sakit yang sangat parah, disertai dengan sensasi terbakar, di bagian tengah perut. Inilah yang juga sering dikenal sebagai gejala maag. 

Beberapa penderita tukak lambung juga bisa mengalami gejala tambahan berupa gangguan pencernaan, mulas, lemas dan merasa sakit. 

  • Peningkatan asam lambung

Berbagai gejala yang berkaitan dengan peningkatan asam lambung juga bisa diatasi dengan obat polysilane sirup ini. Kondisi ini terjadi ketika asam yang ada pada lambung naik ke tenggorokan, menyebabkan sensasi mual dan terbakar. 

Sensasi terbakar itu merupakan gejala paling utama dari peningkatan asam lambung. Tapi, selain itu, Anda juga akan merasakan gejala lain seperti adanya rasa asam di mulut, batuk, bau mulut, kembung, serta suara serak.

Gejala-gejala ini perlu Anda waspadai. Begitu merasakan adanya gejala, jangan ragu untuk langsung mengonsumsi obat polysilane sirup. Karena, bila dibiarkan, ini bisa menyebabkan radang lambung parah, tukak lambung, serta tukak usus dua belas jari.

Apakah ada efek samping dari penggunaan obat?

Adanya risiko efek samping seringkali menjadi kecemasan utama bagi sebagian besar pengguna obat. Pada dasarnya, risiko efek samping ini memang tidak bisa selalu dihindari, karena setiap obat pasti memiliki efek sampingnya  masing-masing.

Hanya saja, efek samping ini bisa diminimalisir apabila Anda mengonsumsinya dengan cara yang tepat, menyesuaikan dosis yang dianjurkan. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir, karena obat polysilane memiliki efek samping yang cenderung ringan serta bisa membaik, seperti:

  • Otot yang terasa lemah
  • Kejang
  • Pusing dan sesak napas
  • Kehilangan kesadaran

Untuk menghindari efek samping ini, pastikan Anda tidak menggunakan obat ini secara berturut-turut selama lebih dari dua minggu. Selain itu, jangan berikan obat pada anak di bawah usia 6 tahun.

Apabila Anda adalah pasien yang sedang melakukan diet fosfor, maka Anda juga tidak dianjurkan untuk meminum obat polysilane sirup.