Entrostop Anak Atasi Diare Pada Anak

Diare adalah sebuah kondisi di mana Anda buang air besar dengan feses encer beberapa kali dalam sehari. Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah satu atau dua hari tanpa perawatan medis apapun.

Pada anak, diare dapat diatasi dengan memberikannya Entrostop anak. Diare yang terus menerus terjadi selama lebih dari 4 minggu (datang dan pergi) meskipun telah mendapatkan perawatan dianggap sebagai diare kronis. Saat diare terjadi selama beberapa hari, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi. Bayi dan anak-anak khususnya sangat rentan dalam menderita dehidrasi yang disebabkan karena diare.

Pada saat diare terjadi, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi dengan baik. Elektrolit adalah mineral yang mempengaruhi fungsi otot, jumlah air di dalam tubuh, dan keasaman darah. 

Hubungi dokter secepatnya apabila diare terjadi selama lebih dari 24 jam pada anak, terutama apabila diare ditemani dengan gejala lain seperti demam. Diare kronis dapat menyebabkan syok atau kerusakan organ pada bayi dan anak-anak. Sebelum memberikan obat seperti Entrostop anak untuk mengatasi diare, konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu.

Diare merupakan penyebab utama malnutrisi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Kebanyakan dari kasus tersebut disebabkan oleh air dan makanan yang terkontaminasi. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, anak usia di bawah 3 tahun akan mengalami kurang lebih episode diare tiga kali dalam satu tahun. Setiap insiden akan membuat anak kehilangan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Diare yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan nultrisi. Malnutrisi dapat menyebabkan siklus diare terus berjalan. Di seluruh dunia, diare merupakan penyebab kedua kematian anak usia di bawah 5 tahun. 

Apa yang menyebabkan kondisi ini?

Penyebab diare pada anak tidak selalu diketahui. Akan tetapi, penyebab umum kondisi ini di antaranya adalah terlalu banbyak mengonsumsi buah, penggunaan antibiotik atau obat-obatan lainnya (pada bayi atau ibu yang menyusui), alergi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu, dan perubahan diet. Diare yang parah dapat disebabkan oleh penyakit radang usus, infeksi bakteri, infeksi virus, parasit, malnutrisi, makanan yang tidak higienis, dan lain-lain. 

Bayi biasanya akan memproduksi kotoran yang encer atau cair, sehingga kondisi ini tidak langsung perlu dikhawatirkan. Namun, peningkatan kotoran yang encer, terutama apabila ditemani dengan gejala lain seperti demam dan hidung tersumbat, dapat menjadi sebuah tanda adanya diare pada bayi dan anak-anak. Gejala lain diare yang perlu para orang tua perhatikan di antaranya adalah rasa nyeri atau kram pada perut, mual, perlu menggunakan toilet secepatnya, demam dan tubuh yang menggigil, serta dehidrasi. Dehidrasi adalah sebuah kondisi berbahaya di mana tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk dapat berfungsi dengan baik. Pada bayi dan anak-anak, dehidrasi dapat berubah menjadi lebih parah dengan cepat, dan menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius apabila tidak dirawat dan diobati dengan cepat. Komplikasi dari dehidrasi di antaranya adalah syok, kerusakan organ tubuh, dan koma. 

Gejala dehidrasi di antaranya adalah mulut yang kering, pipi yang cekung, tidak ada air mata ketika menangis, mudah rewel, kulit yang kering, dan kelelahan. Oleh karena diare dapat menyebabkan dehidrasi, penting bagi si kecil untuk mendapatkan cukup asupan air setiap harinya, serta menggunakan obat herbal Entrostop anak untuk meredakan gejala diare. Jika diare tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. 

Sumber:

https://www.healthline.com/health/diarrhea-in-children-diet#dehydration-symptoms