Obat Hipertensi Bisovell untuk Menurunkan Tekanan Darah

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah jika tidak segera ditangani dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan terkadang kematian. Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan memberikan obat hipertensi, salah satunya adalah bisovell. Obat hipertensi ini berguna untuk menurunkan tekanan darah, namun Anda tetap dianjurkan untuk menjalankan pola hidup sehat untuk menjaga tekanan darah terkendali.

Penyebab Hipertensi

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, yaitu:

  • Usia (terutama bagi Anda yang berusia di atas 65 tahun)
  • Kehamilan
  • Jarang berolahraga 
  • Mengonsumsi makanan yang kurang sehat¸tinggi lemak dan garam 
  • Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalium
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein
  • Memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Faktor riwayat keluarga (genetik) 
  • Mengalami kondisi medis lainnya, seperti sleep apnea, hipertiroidisme, sindrom cushing, obesitas, penyakit ginjal, atau diabetes.

Pengobatan

Untuk mengendalikan tekanan darah, dokter akan memberikan obat yang dapat menjaga tekanan darah Anda. Jenis obat yang diresepkan dokter juga tergantung pada tekanan darah Anda. Salah satu obat hipertensi adalah Bisovell yang diproduksi oleh Novell Pharma. Obat hipertensi ini mengandung bahan aktif yaitu Bisoprolol hemifumarat 5 mg yang bersifat beta blocker untuk mengatasi masalah hipertensi. 

Dosis Obat Hipertensi Bisovell

Mengonsumsi obat ini disarankan diberikan pada pagi hari sebelum atau sesudah makan.

  • Untuk penderita gagal jantung kongestif: peningkatan dosis dilakukan secara bertahap.
  • Dosis 1.25 mg selama 1 minggu
  • Dosis 2.5 mg selama 1 minggu berikutnya
  • Dosis 3.75 mg 1 minggu berikutnya
  • Dosis 5 mg untuk 4 minggu berikutnya
  • Dosis 7.5 mg untuk 4 minggu berikutnya
  • Dosis rumat: 10 mg.
  • Hipertensi & angina pektoris: dosis 1 tab, dapat ditingkatkan sampai dengan 2-4 tab per hari. Semua dosis diberikan 1 kali sehari. 
  • Penderita stadium akhir gangguan fungsi ginjal & gangguan fungsi hati berat: pemberian obat maksimal 2 tab per hari.

Cara Penyimpanan

  • Simpan obat ini di tempat yang sejuk dengan suhu sekitar 15-25 derajat Celcius
  • Simpan di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya matahasi.
  • Hindari dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping

Sama seperti obat medis lainnya, Bisovell dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti:

  • rasa dingin atau kebas pada kaki dan tangan
  • kelelahan
  • pusing
  • sakit kepala
  • mual disertai diare
  • muntah
  • konstipasi.

Selain itu, perhatikan label yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Bisovell. Hindari penggunaan obat Bisovell tanpa pengawasan dokter, khususnya pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti:

  • arteri coroner
  • feokromositoma,
  • asma bronkial
  • penyakit saluran nafas obstruktif
  • diabetes melitus 
  • angina prinzmetal
  • penyakit oklusi arteri perifer
  • pasien gagal ginjal atau hati.

Golongan Obat

Obat Bisovell termasuk dalam golongan obat keras, sehingga harus dengan resep dokter. Untuk pasien anak-anak, keamanan obat ini belum diketahui. 

Efek Samping

Pemakaian obat memiliki efek samping tertentu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, segera konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Efek samping penggunaan obat ini berupa kram abdomen, pusing, diare, mual, denyut jantung melambat, sakit kepala, tekanan darah rendah, mati rasa, kesemutan, nyeri tenggorokan, ekstremitas dingin, dan sesak napas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *